Semua yg ada dalam diri wanita adalah sebuah keindahan, namun tidak semua wanita itu indah,
indah di sini memiliki berbagai macam category dan sub-sub nya,
"Saya tidak akan menerangkan sudut pandang saya tentang keindahan wanita"
Tetapi saya akan sedikit bercerita tentang seorang wanita terindah dalam hidup saya.
Namanya adalah Fatma, lengkapnya FATMATI, ia lahir di Rajagaluh-Majalengka, pada tahun 1985 dan saya lahir tahun 1987, dari dia saya mulai belajar mencintai dan dicintai,
Tutur kata nya yg halus dan lembut selembut kulit dan tatapan matanya, semua itu membuat saya tak pernah bisa melupakannya,
Fatma adalah kaka dari teman saya Fatah, fatah dan saya berteman sangat dekat sekali, kami duduk satu meja di bangku kelas 2 Mts Rajagaluh-Majalengka, rumah fatah sangat dekat sekali dengan sekolahan, dan setiap kali pulang atau berangkat sekolah saya selalu menyempatkan diri untuk mampir ke rumahnya, di rumah fatah hanya ada 3 orang, fatah, fatma dan ibunya, ibu fatah seorang pegawai di pemda, dan tiap hari kerja ia selalu tidak ada dirumahnya, begitu juga dengan fatma ia juga jarang ada di rumah karena masih sekolah kelas 1 di MAN Rajagaluh,
Walaupun sudah tinggal di asrama pondok pesantren, kelakuan saya masih belum banyak berubah, seperti ketika masih sekolah SMP N3 Ciasem, saya masih sangat doyan membolos, dan biasanya rumah fatahlah, yg menjadi sarang tempat membolos saya,
pertama kali melihat fatma saya memang merasa sedikit tertarik, namun ketertarikan itu tidak pernah saya tunjukan, saya hanya bisa tersenyum ramah sambil mengagumi kecantikannya.
Tanggal 14 febuari bukanlah hari libur untuk anak sekolah, namun karena hari itu ada satu mata pelajaran yg saya benci, maka saya memutuskan untuk bolos saja, dan seperti biasa setiap kali bolos tujuan saya pasti rumahnya fatah, untuk sekedar bermain playstation atau nonton VCD, dan seperti biasa fatah akan pergi ke sekolah dan saya akan sendirian menjadi penunggu rumah.
Jam sudah menunjukan pukul 10.30 pagi, cacing dalam perut saya sudah tak sabar ingin memakan sesuatu, dan dengan langkah yg bersemangat saya segera pergi ke dapur untuk memasak mie goreng, saya sudah tahu di mana posisi telur dan mie di simpan, pastinya semua di simpan di kulkas, segera saja saya langsung membuka lemari es warna coklat itu, namun betapa kaget dan kecewa nya saya ketika melihat isi lemari hanya beberapa potong sayuran dan tomat,
Cacing di perut terus merongrong ingin di beri makan, biasanya dia memang selalu makan tepat pada pukul 06.30 pagi, namun hari saya memang lupa memberinya makan karena bangun kesiangan.
Sempat terlintas untuk membeli mie di warung tapi saya takut ketahuan oleh guru, yaudahlah saya tunggu fatah saja, sambil melangkahkan kaki kamar untuk bermain playstation lagi,
Belum sampai kaki ini melangkah ke kamar fatah yg ada di depan aku melihat fatma sudah ada di depan rumah, ia baru saja turun dari ojek, serentak hatiku berdebar menjadi tak karuan antara takut ketahuan bolos dan bingung harus mencari alasan, sempat terlintas untuk ngumpet di bawah ranjang kamar fatah,
Namun niatan untuk bersembunyi sehera ku urangkan ketika melihat fatma berlari kecil sambil menangis,
Tak banyak berpikir lagi aku segera bergegas membukakan pintu, ketika ku coba memutarkan kunci searah jarum jam pintu itu di dorong dengan kerasnya dari luar seperti mau di dobrak,
Dan "addduuuhhh" teriaku kesakitan, sambil memegangi jidat yg lecet terkena sudut tajam pinggiran pintu.
Bersambung...
Rabu, 20 April 2011

0 komentar:
Posting Komentar